Kuasa Hukum Penggugat Tidak Bisa Hadirkan Funiati Ghozali Saat Sidang Lapangan, Picu Amarah Warga Usai Sidang

  • Bagikan

Faizal

Netnews.id, KUBU RAYA – Sidang lapangan perkara Nomor 18.Pdt.G/2022/PN. MPW tentang Surat Hak Milik (SHM) 542 dan 543 atas nama Funiati Ghozali telah selesai digelar di Gang Alex, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Jum’at 9 September 2022 sore.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yeni Erlita, SH, Hakim Anggota l, Dimas Widiananto, SH, MH, Hakim Anggota II, Wienda Kresnantyo, SH dan selaku Panitera Pengganti, Hanny Puspasari dan dihadiri ratusan warga Desa Kuala Dua untuk menyaksikan proses jalannya sidang lapangan tersebut.

Kuasa Hukum Verionika (tergugat), Andel, SH, MH mengatakan pihaknya akan tetap memperjuangkan tanah garapan pertanian yang di kelola Almarhum Alexius Alexsander dan tanah hak milik masyarakat Kuala Dua yang diakui Funiati Ghozali sebagai pemilik tanah.

“Kami dari Kuasa Hukum Ibu Veronika akan berjuang untuk memenangkan kasus perkara ini. Tidak hanya tanah garapan pertanian almarhum Alex, tetapi tanah masyarakat juga akan kita perjuangkan,” kata Andel yang didampingi tim kuasa hukumnya, Herri dan Domi serta masyarakat Kuala Dua ketika di wawancarai di lokasi perkara sidang lapangan Gang Alex Desa Kuala Dua, Jum’at 9 September 2022.

BACA JUGA: Sidang Lapangan Sengketa Tanah di Desa Kuala Dua, Kubu Raya Berakhir Ricuh

Ketika sidang lapangan dilaksanakan, Andel mengatakan bahwa, pihak penggugat Funiati Ghozali, Sanen, SH dan Alfonsius Girsang, SH tidak bisa menghadirkan pemilik tanah SHM 542 dan 543 yakni Funiati Ghozali. Bukan itu saja, lanjut Andel pihak penggugat juga tidak bisa menunjukkan letak batas tanah yang tertera di objek gambar batas tanah di dalam sertifikat tersebut.

“Pihak penggugat tidak bisa hadirkan Funiati Ghozali selaku pemilik tanah dan tidak bisa menunjukkan letak batas tanah,” jelas Andel selaku Kuasa Hukum tergugat.

Andel juga menegaskan bahwa, kuasa hukum penggugat tidak bisa menunjukan letak batas tanah, hanya bisa nunjuk pakai jari aja, bahwa letak tanah disini.

“Kuasa Hukum penggugat tidak bisa menunjukkan batas tanah. Dalam sertifikat milik Funiati Ghozali bahwa ada batas laut, tapi tanah yang di akuinya di dalam sertifikat 542 dan 543 tidak ada laut, tetapi adanya sungai kapuas,” lanjut Andel.

Selama sidang lapangan berlangsung situasi berjalan aman, lancar dan tertib. Namun, setelah sidang selesai sempat terjadi kericuhan yakni, Kuasa Hukum penggugat, Sanen, SH dipukul warga dan saksi penggugat, bahkan Idrus juga diceburkan oleh warga kedalam parit. Terjadinya kericuhan tersebut dikarenakan pihak kuasa hukum tidak bisa menghadirkan Funiati Ghozali selaku pengugat dalam sidang lapangan tersebut. Sehingga h itu memicu amarah ratusan warga Desa Kuala Dua yang ada di lokasi.

Selanjutnya sidang akan diadakan kembali pada hari Kamis, 15 September 2022 mendatang.***

  • Bagikan