Warga Pematang Rambai Hulu Masih Tagih Air Bersih Ke PT PLK dan Pertanyakan Hasil Lab

  • Bagikan

Netnews.id, KUBU RAYA – Sudah lebih dari sebulan warga di Kampung Pematang Rambai Hulu, RT 02 dan RT 03, RW 03, Dusun Karya Baru, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya menanti kepastian dari PT Pundi Lahan Khatulistiwa (PLK) terkait dengan air bersih yang dijanjikan. Pasalnya sejak tercemar oleh limbah perusahaan beberapa bulan lalu, hingga kini warga di RT 02 dan 03 masih menggunakan air yang tercemar tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Selain air bersih yang tidak kunjung ditepati, uji sampel limbah yang telah diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya beberapa bulan lalu di area yang tercemar sampai saat ini juga belum ada kejelasan dari Dinas terkait apakah kandungan air tersebut tercemar atau seperti apa.

Saat ini wargapun berharap PT Pundi Lahan Khatulistiwa apat memberikan bantuan sebagai bukti tanggung jawab perusahaan kepada warga yang telah dirugikan oleh perusahaan yang tidak jauh dari pemukiman warga tersebut.

 

Mat Nawi, salah seorang warga yang terdampak mengatakan bahwa usai jebolnya tanggul penampungan limbah beberapa bulan lalu hingga kini limbah tersebut masih mencemari sumber air yang digunakan warga untuk MCK.

“Sampai saat ini air yang tercemar limbah perusahaan itu semakin bau bahkan airnya sudah berubah kehitam-hitaman tapi karena pihak perusahaan tidak bertanggung jawab untuk memberikan air bersih yang sangat diperlukan warga, mau tidak mau air yang tercemar itu kami gunakan untuk mandi, mencuci dan lainnya,” jelas Mat Nawi, Jumat (1/10/2021).

Lebih lanjut Mat Nawi mengatakan bahwa warga tidak menuntut banyak kepada pihak perusahaan PT Pundi Lahan Khatulistiwa, selain bertanggung jawab terhadap limbah pabrik yang telah mencemari air, warga juga meminta kepada perusahaan untuk mengalirkan air bersih ke pemukiman dan bukan hanya memberikan drum bekas untuk penampungan air yang sampai saat ini tidak bisa digunakan.

“Harusnya pihak perusahaan menyediakan tempat penampungan air bersih lengkap dengan mesin pompa airnya bukan drum bekas yang tidak bisa difungsikan sampai saat ini,” tambah Mat Nawi.

Mat Nawi juga mengatakan bahwa, jika memang tidak ada solusi dari perusahaan terkait hal ini maka warga yang terkena dampak limbah perusahaan itu akan melakukan aksi demo ke perusahaan PT Pundi Lahan Khatulistiwa untuk meminta kejelasan terkait pengadaan air bersih yang seharusnya memang menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

Sementara Hanafi warga lainya yang juga terdampak dengan pencemaran limbah tersebut, dirinya pun masih menanti itikad baik dari pihak perusahaan PT Lahan Khatulistiwa terkait dengan tong air dan air bersih yang memang dibutuhkan warga saat ini.

“Kita masih menunggu niat baik dari pihak perusahaan untuk pengadaan tong air dan air bersih saat ini,” terang Hanafi.

Selain itu, Hanafi juga mempertanyakan transparansi terkait dengan hasil uji lab oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya pasalnya hingga kini belum juga ada hasil yang jelas dri DLH terkait hal itu.

“Sebelumnya, DLH Kubu Raya mengatakan bahwa hasilnya bisa diketahui 14 hari setelah di lakukan uji Lab tapi sudah satu bulan lebih hasilnya belum juga keluar-keluar,” pungkas Hanafi. (tim liputan).

Editor : Barlian

  • Bagikan